Jumaat, Februari 15, 2013

Protokol

Hujjatul Islam al-Ghazali menyinggungnya sebagai al-mutarasimun, ya'ni kalangan yang beragama tanpa penghayatan dan sekadar ditanggapi sebagai ritual resmi-resmian.

Maka tak hairan, khutbah tadi masih terpengap dengan spekulasi Protokol Zionis yang semacam diyakini sebagai meta naratif penyebab kondisi umat terus membejat.

Tudingan ke luar tanpa sedetik pun cuba melakukan introspeksi ini, malah kepada suatu hal yang belum terbukti, juga telah disanggah, amat lah menyeksakan seluruh jiwa-raga.

Sungguh, saya tak cuba bersarkastik. Ia persis peristiwa di negeri jauh. Kala berjejer fatwa mengharamkan hari kekasih, program bertema cinta begitu mekar berkembang.

Alahai, betapa hipokritnya kami beramal dengan agama-mu, Tuhan.

Tiada ulasan: