Selasa, Mac 09, 2010

Lara

Sebelum ini, saya masih dalam keraguan. Ketidakpastian itu sengaja saya kaburkan dengan kata yang positif. Sebetulnya, ia hanyalah untuk menyemangati diri agar menanam harapan pada sebuah impian yang terlihat buntu.

Kini, setelah jiwa dirobek, saya harus jujur. Tiada lagi kata yang mampu menyimpulkan lara. Saat keluar dari toko yang menyimpan jutaan laras bahasa pujangga dan kecamuk pemikiran pemikir agung dunia, status saya bertukar - muflis!

Maka sahlah telahan awal sang Nostradamus jadian. Saya hanya akan melambai tangan pada teman-teman yang akan ke pesta buku di penghujung bulan. Ziarah saya ke Kinokuniya hujung minggu lalu telah merabakkan kocek dalam kepiluan.

Jiwa berantakan melunaskan bacaan. Berikut adalah senarainya;

1) Our Decline; Its Causes and Remedies - Amir Shakib Arslan

2) The Argumentative Indian - Amartya Sen

3) In A Free State - V.S Naipaul

Selamat tinggal Pesta Buku Antarabangsa! Lain masa kita berjumpa!
---------------------------------------------------------------------------------
Ini hanya omong jiwa yang sengaja saya lebihkan rasa. Over-exaggerate dalam catatan ini tak perlu diambil serius. Hey, humor lah sikit, haha!

1 ulasan:

eskep berkata...

pengalaman muflis yang mengasyikkan, dilema darah muda =)