Rabu, Julai 04, 2012

Jiwa

Excellence without soul; hal ini berulang-kali diungkapkan Siddiq Fadzil dalam kaitan ilmu yang gagal memberi manfaat. Manakala timbangan kecemerlangan adalah gred dan gelar berbobot, kita berkejar untuk sesuatu yang nir nilai.

Kita hilang dalam keramaian dan utopia. Barangkali juga, ia adalah awal-mula sebuah citra bencana bilamana kita gagal berperan-serta membangun umat. Lalu, tercipta lah sikap individualistik yang tentunya tak berhasil mematangkan.

Entah apa lagi yang ingin kita banggakan. Rupanya, yang dengan gah kita sorakkan itu bukan pun ilmu. Ia tak mengetuk dhamir dan menyentak jiwa, apatah lagi memenuhi pesan qur'ani;  bring thy people forth from darkness unto light.

Tiada ulasan: